BINUS Short Film Screening 2026: Merayakan Karya dan Kreativitas Sineas Muda BINUS
Layar lebar Cinépolis Cinema 3, Senayan Park, kembali menjadi ruang bagi karya-karya mahasiswa BINUS untuk bertemu dengan publik. Pada Minggu, 6 September 2026, sebanyak 10 film pendek karya mahasiswa dari berbagai angkatan diputar dalam BINUS Short Film Screening 2026, menghadirkan beragam cerita, perspektif, dan eksplorasi kreatif dari generasi muda perfilman BINUS.
Berlangsung pukul 14.00 hingga 18.00 WIB, screening tahun ini mempertemukan karya mahasiswa dari tahun pertama hingga tingkat akhir. Perbedaan pengalaman dan proses belajar tersebut terasa dalam film-film yang ditampilkan—mulai dari gagasan yang segar dan eksploratif dari mahasiswa tahun pertama hingga pendekatan penceritaan dan visual yang semakin matang dari mahasiswa tingkat akhir.
Bagi para mahasiswa, kesempatan membawa karya ke layar lebar memberikan pengalaman yang berbeda dari sekadar menyelesaikan sebuah produksi untuk kebutuhan perkuliahan. Film-film yang lahir dari proses kreatif, diskusi, produksi, dan berbagai tantangan di balik layar akhirnya dapat disaksikan bersama oleh audiens dalam suasana bioskop.
Antusiasme penonton pun terlihat sejak sesi registrasi dibuka. Sebagai acara yang gratis dan terbuka untuk umum, studio dipenuhi mahasiswa, sahabat, keluarga, penikmat film, serta para tamu yang hadir untuk memberikan dukungan kepada para filmmaker muda BINUS.
Kehadiran sejumlah tamu dari institusi dan industri perfilman turut memperkaya acara ini. BINUS Short Film Screening 2026 dihadiri oleh Irini Dewi, S.S., M.SP., selaku Direktur Film, Musik, dan Seni dari Kemendikbud, serta Irma Irawati Ibrahim, S.S., M.Kom., selaku Deputy Campus Director BINUS Alam Sutera.
Sejumlah praktisi industri juga turut hadir dan menyaksikan karya mahasiswa, di antaranya Aghi Narottama (Film Composer, Sound Designer), Sastha Sunu (Film Director, Editor), Putri Ayudya (Actress, Cast Postmortem), serta Steven dari MSP Rental. Kehadiran para pelaku industri menjadi bagian dari pengalaman mahasiswa untuk mempertemukan karya mereka dengan perspektif yang lebih luas dari ekosistem perfilman profesional.
Setiap film yang selesai diputar disambut dengan tepuk tangan dan sorak-sorai penonton. Respons tersebut menciptakan atmosfer yang hangat di dalam studio sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap proses panjang yang telah dilalui para mahasiswa dalam menghasilkan karya mereka.
Tujuh Penghargaan untuk Karya Mahasiswa
Selain menjadi ruang pemutaran dan apresiasi, BINUS Short Film Screening 2026 juga memberikan penghargaan kepada mahasiswa yang dinilai menonjol dalam berbagai aspek produksi film. Tahun ini, terdapat tujuh kategori penghargaan yang diberikan kepada para filmmaker dan film terpilih.
Penghargaan Best Film diraih oleh Nyoman Satya, Muhammad Badawi Alghiffari, dan Alicya Iskandar melalui film Kios Kaset Agus. Film tersebut juga meraih penghargaan Best Script melalui Alicya Iskandar.
Sementara itu, penghargaan Best Director diberikan kepada Elisabeth Lim melalui film Postmortem. Film yang sama juga meraih penghargaan Best Director of Photography (Cinematography) melalui Gilbert Marciano Widodo.
Pada kategori lainnya, Clara Jacqueline Chang meraih Best Production Design melalui film Dunia Ini Tak Selamanya. Penghargaan Best Editor diberikan kepada Kelvin Lee melalui film Bisikan, yang juga mendapatkan apresiasi penonton dengan meraih penghargaan Audience’s Choice melalui Brigitte Clementia dan Yasha Kayla Radhia.
Rangkaian penghargaan tersebut memperlihatkan beragam aspek yang menjadi bagian penting dalam proses pembuatan film—mulai dari penyutradaraan, penulisan cerita, sinematografi, desain produksi, hingga penyuntingan dan respons langsung dari penonton.
Merayakan Proses, Karya, dan Perjalanan
Lebih dari sekadar pemutaran film, BINUS Short Film Screening 2026 menjadi ruang pertemuan antara karya, pembuat film, penonton, dan industri. Di sinilah mahasiswa dapat melihat bagaimana cerita yang mereka bangun selama proses produksi diterima oleh audiens, sekaligus merasakan pengalaman berbagi karya dalam ekosistem perfilman yang lebih luas.
Melalui layar lebar, para filmmaker muda BINUS menunjukkan bahwa proses belajar film tidak berhenti di ruang kelas. Setiap karya membawa cerita, gagasan, eksperimen, dan perspektif personal dari pembuatnya. Perbedaan latar pengalaman dan tingkat pembelajaran justru menjadi bagian dari kekayaan karya yang hadir dalam screening tahun ini.
Pada akhirnya, BINUS Short Film Screening 2026 bukan hanya tentang sepuluh film yang diputar dalam satu sore, ataupun penghargaan yang diberikan kepada para filmmaker. Acara ini menjadi perayaan atas proses kreatif para mahasiswa—dari munculnya sebuah ide, proses menulis dan memproduksi, menghadapi berbagai tantangan di lapangan, hingga akhirnya menyaksikan karya tersebut hadir di layar lebar dan mendapatkan apresiasi dari penonton.
Terima kasih kepada seluruh penonton, mahasiswa, keluarga, sahabat, praktisi industri, dan seluruh pihak yang telah hadir serta memberikan dukungan. Apresiasi tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan para mahasiswa untuk terus berkarya, bereksperimen, dan berkembang sebagai generasi baru perfilman Indonesia.
Sampai jumpa di BINUS Short Film Screening berikutnya, dengan cerita-cerita baru dan karya-karya yang kembali membawa perspektif para sineas muda BINUS ke layar lebar.
#BINUSFilm #BINUSShortFilmScreening







Comments :